Pernah nggak sih, kamu cek sebuah produk di website, tapi nggak jadi beli? Eh, beberapa jam atau hari kemudian, iklan produk itu muncul di mana-mana? Kayak mantan yang susah move on, produk itu terus-terusan muncul di timeline kamu. Yup, itu yang namanya strategi retargeting! Buat bisnis online, ini bukan sekadar trik, tapi strategi jitu buat menarik kembali pengunjung ke website dan meningkatkan peluang konversi. Yuk, kita bahas gimana caranya!
Kenapa Strategi Retargeting Penting untuk Bisnis?
Sebagian besar pengunjung website nggak langsung beli di kunjungan pertama. Bahkan, menurut data, hanya sekitar 2% yang langsung checkout. Nah, retargeting website jadi solusi buat ngejar 98% sisanya biar nggak lupa dan balik lagi ke website kamu. Karena, jujur aja, manusia suka lupa—kayak lupa bayar tagihan sampai kena denda.
Dengan menggunakan iklan retargeting, kamu bisa tetap muncul di timeline mereka, mengingatkan mereka soal produk atau layananmu. Ini efektif banget buat meningkatkan brand awareness dan akhirnya mendorong konversi!
Cara Retargeting Pelanggan dengan Efektif
Biar nggak sekadar spamming iklan kayak mantan yang nggak tahu waktu, kamu perlu strategi yang tepat. Berikut beberapa cara retargeting pelanggan yang bisa kamu terapkan:
1. Gunakan Facebook Retargeting dan Google Ads Remarketing
Dua platform ini adalah senjata utama dalam strategi retargeting. Facebook Retargeting memungkinkan kamu menampilkan iklan ke orang-orang yang pernah berinteraksi dengan website atau akun media sosial bisnismu. Sementara Google Ads Remarketing menampilkan iklan di berbagai website dalam jaringan Google Display. Bayangkan kamu buka toko, tapi iklannya bisa “ngejar” pelanggan sampai ke rumah mereka. Keren, kan?
Kalau masih bingung mau pilih yang mana, cek artikel Google Ads vs Facebook Ads: Mana yang Lebih Efektif untuk Pemasaran? buat tahu perbandingan lengkapnya!
2. Manfaatkan Custom Audience untuk Target yang Lebih Tepat
Daripada menargetkan semua orang yang pernah mampir, coba gunakan custom audience untuk menyaring audiens yang lebih potensial. Misalnya, kamu bisa menargetkan orang yang sudah menambahkan produk ke keranjang tapi belum checkout. Dengan begitu, iklan yang mereka lihat lebih relevan dan mendorong mereka untuk menyelesaikan pembelian. Biar nggak sekadar jadi “wishlist selamanya.”
3. Optimalkan Display Ads Retargeting
Iklan gambar atau banner yang muncul di berbagai website bisa sangat efektif kalau dibuat dengan menarik. Gunakan desain visual yang eye-catching, copywriting yang menggugah, dan tentu saja, CTA (call-to-action) yang jelas seperti “Checkout Sekarang!” atau “Diskon Khusus Hari Ini!”. Jangan cuma bilang “Beli dong!”—kasih alasan kenapa mereka harus beli sekarang juga.
4. Retargeting E-Commerce dengan Penawaran Menarik
Kalau kamu punya bisnis e-commerce, strategi ini wajib dicoba. Berikan diskon eksklusif atau gratis ongkir khusus buat orang-orang yang hampir beli tapi batal. Retargeting e-commerce dengan insentif seperti ini bisa jadi pemicu yang membuat pelanggan kembali dan menyelesaikan transaksi. Karena siapa sih yang bisa nolak gratis ongkir?
5. Uji Coba dan Optimasi Iklan Retargeting Secara Berkala
Jangan malas buat eksperimen! Lakukan A/B testing pada berbagai format iklan, penawaran, dan target audiens. Dengan begitu, kamu bisa tahu mana yang paling efektif dalam meningkatkan konversi pengunjung website. Ingat, bisnis yang nggak pernah eksperimen ibarat gebetan yang nggak pernah ngajak jalan—nggak akan ada perkembangan!
Mau lebih jago dalam strategi pemasaran digital dan teknik retargeting yang ampuh? Gabung aja di program pelatihan Digital Marketing dari PT Global Ultima Talenta! Di sini, kamu bakal belajar langsung dari para expert tentang cara memaksimalkan retargeting untuk bisnis online kamu. Jangan sampai ketinggalan—segera daftar sekarang di sini dan buat bisnismu makin cuan. Karena kalau nggak sekarang, kapan lagi?
Pingback: SEO vs SEM: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Anda? – Global Ultima Talenta